NEWS

ESTETIKA AUDIO VISUAL

Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang membahas keindahan. … Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yanng disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis. Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.

Mengapresiasi karya seni merupakan landasan pokok dalam memperdalam ilmu seni budaya. Selain berguna untuk memperluas pengetahuan tentang seni, juga sebagai pendekatan dengan seni.

Secara etimologi kata apresiasi merupakan bahasa latin yaitu appretiatus yang memiliki arti “memberi putusan rasa hormat sebagai cara untuk menghargai karya seni”. Namun dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia to apreciate yang berarti “penghargaan”. Dengan demikian, mengapresiasi seni maksunya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap unsur yang terkandung di dalamnya, sehingga secara sadar mampu menikmati dan pada akhirnya bisa menilai karya seni dengan baik.

Di dalam kehidupan sehari-hari, sering sekali terdapat pandangan yang keliru mengenai pengertian seni. Hal ini bisa terjadi akibat keterbatasn informasi tentang pengertian seni. Sehigga berdampak terhadap kesenjangan antara seni dan lingkungan sosial dan lemahnya kadar apresiasi seni di kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya.

Sebuah hasil karya yang tercipta membuat efek lain pada diri penciptanya dan orang lain. Suka maupun tidak suka, indah tidak indah, senang atau tidak menyenangkan serta berbagai perasaan lain akan dirasakan oleh orang yang melihat karya seni tersebut.

Banyak orang yang berpendapat bahwa seni merupakan sesuatu yang mengandung nilai indah. Pandangan tersebut tidaklah sepenuhnya benar, karena disamping indah, adapula seni yang tidak indah, namun tetap mengandung kata seni. Indah tidaknya suatu karya seni tergantung pada seniman yang menciptakannya dan juga para penikmat karya seni.

Dalam perjalanan sejarahnya, pada umumnya manusia tidak bisa lepas dari seni, bahkan seni merupakan bagian dari kehidupan manusia secara umum. Dengan demikian seni termasuk salah satu kebudayaan yang memiliki nilai keindahan (estetis). Definisi seni yang secara tersendiri tidak bisa ditemukan mengingat kompleksitas dan kedalamannya. Pengertian seni lebih mengarah pada konsep yang muncul secara variatif sesuai dengan pemahaman, penghayatan, dan pandangan seseorang terhadap seni yang dijadikan acuan atau batasan.

Pembagian Seni

Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman tidak terlepas dari media yang dipilih, teknik yang dipakai, serta cara dalam menikmati seni. Dengan demikian maka seni dapat dikelompokan menjadi seni audio, seni visual, dan seni audio visual.

Mari kita lihat satu persatu pembagian seni!

Seni Audio (Auditory Art)

Yaitu seni yang bisa dinikmati dengan menggunakan indra pendengaran (telinga). Contohnya :
1. Seni musik, yaitu sen yang dapat dinikmati melalui nada. Misalnya pertunjukkan gamelan, piano.
2. Seni sastra, yaitu seni yang dapat dinikmati dengan kata, seperti pembacaan puisi, cerita, atau drama.
3. Seni suara, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui perpaduan kata dan nada, seperti pertunjukan band.
Seni Visual

Yaitu seni yang dapat dinikmati dengan indra penglihatan (mata). Termasuk di dalam seni visual seperti :
1. Seni dua dimensi yang mencakup garis, cahaya, warna, bentuk dan gerak. Contohnya seni melukis, seni grafis, dan sinematografi.
2. Seni tiga dimensi yang meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba, seperti seni patung, arsitektur, seni tari dan pantonim.

Seni Audiovisual (Auditory Visual Art)
Seni Audiovisual yaitu seni yang dapat dinikmati dengan indra pendengaran dan penglihatan. Contoh dari seni audiovisual antara lain :
• Seni tari merupakan perpaduan antara gerak dan nada.
• Seni drama merupakan perpaduan gerak, kata, dan visual.
• Seni opera merupakan perpaduan gerak, nada, dan visual.
Kalau ditinjau secara umum berdasarkan penikmat seni, maka dapat dikelompokan didalam lima cabang yaitu :
1. Seni Rupa. Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa umumnya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contohnya adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis dan seni kerajinan.
2. Seni Musik. Seni musik dapat dinikmati dengan indera pendengaran (audio) yang terbentuk dari unsur nada dan bunyi dalam alat musik, suara manusia (vokal) atau gabungan antara keduanya.
3. Seni Tari. adalah seni yang diwujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama, wirasa, dan susunan unsur gerakan anggota tubuh secara teratur menurut pola-pola tertentu sehingga menghasilkan sebuah gerakan yang indu dan mempesona. Karya seni ini bisa dinikmati melalui indra penglihatan dan indra pendengaran (audio viual)
4. Seni Teater. Seni teater adalah seni yang memadukan unsur gerakan dan kata. Biasanya dalam dunia seni teater terdapat naskah, penokohan, later tempat, dan alat pengiring. Seni teater bisa dinikmati dengan indra penglihatan dan pendengaran (audio visual). Contoh teater yang ternama adalah Teater Koma.
5. Seni Sastra. Adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estetis untuk mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa (struktur bahasanya bebas), puisi (struktur katanya terikat/berirama) dan drama (struktur bahasanya disusun dalam bentuk lakon dan cerita).
Demikian Pengertian Apresiasi Seni, Pembagian seni, semoga penjelasan ini bisa anda pahami.

Bagi anda yang tertarik dengan dunia seni yang utuh, mungkin menekuni seni audio visual adalah jawabannya. Dimana-mana kita dapat menjumpai hasil dari seni audio visual sekarang. Karena kebanyakan orang sekarang lebih menikmati pertunjukkan yang dapat dinikmati dengan cara dilihat dan didengarkan secara bersamaan.
Seni audio visual memiliki 2 kata kunci, ialah audio dan visual. Seni audio ialah suatu karya yang menonjolkan penggunaan indra pendengaran dalam menikmati wujud seninya. Salah satu seni audio ialah Seni music, seni per-sastra-an, dan seni suara. Kesamaan dari ketiga seni tersebut adalah menampilkan nilai seni yang terdapat pada pembawaan suara yang akan memukau indra pendengaran para penikmatnya. Contoh seni music seperti penampilan band, atau orchestra classic. Untuk seni sastra dapat ditemukan di pertunjukkan pembacaan puisi atau pidato.
Berbeda dengan seni audio yang memanfaatkan indra pendengaran, seni yang melibat indra penglihatan untuk menikmatinya disebut seni visual. Berupa seni dua maupun tiga dimensi ialah contoh bentuk seni visual. Contoh seni visual dua dimensi adalah lukisan atau poster yang dapat ditemui dalam seni lukis maupun seni lainnya yang tidak memiliki nilai volume pada karya seninya. Sedangkan seni visual tiga dimensi ialah seni yang terdiri dari volume ruang dan wujud yang Nampak seperti nyata saat dilihat dari sudut mana saja, seperti seni patung. Selain itu pantomime juga merupakan seni visual karena masih bisa dinikmati hanya dengan gerakan yang dapat dilihat tanpa suara yang melengkapinya.
Selanjutnya seni audio visual ialah seni yang lengkap yaitu bisa dinikmati berdasarkan audio atau indra pendengaran kemudian juga sekaligus visual atau indra penglihatan. Seni yang satu ini jelas menjadi terobosan baru dan menutupi kelemahan seni-seni yang sebelumnya. Contoh dari seni audio visual adalah seni tari yang menunjukkan gerakan indah disertai seni music yang mendukungnya. Dan seni drama yang mempertontonkan seni berakting bersamaan dengan efek suara yang melengkapi.
Yang menjadi dasar dalam seni audio visual ialah kemampuan dalam mengolah gerak yang dapat menggunakan mata sebagai media melihatnya dan suara ataupun music yang dapat dinikmati. Jika telah menguasai kedua kemampuan tersebut maka menciptakan seni audio visual dengan tren baru sangatlah mudah dan menjamin. Karena pada dasarnya audiovisual memanfaatkan teknik olah suara dan gerak untuk memperoleh apresiasi dari penikmat dan apresiator seni audio visual.
Seni audio visual yang paling sering nikmati adalah teater ataupun film. Pada film sisi audio visual yang diberikan sangat lengkap dan beraturan. Terdapat seni gerak, seni drama dan teater, seni music dan penambahan seperti efek cahaya dan cuaca. Saat ini bentuk seni audio visual sudah sangat beragam. Tidak usah memakai banyak pengeluaran seperti untuk memproduksi suatu film. Karya anak-anak bangsa yang memanfaatkan berbagai barang yang diubah menjadi property yang memadai dengan harga terjangkau. Dan tempat pertunjukkan seni juga tak perlu mewah seperti dijalanan maupun balai desa.
Nilai estetika pada seni audio visual terletak pada keindahan dan keselarasan antara pertunjukkan audionya dan visualnya. Seperti kecocokan antara perpindahan badan dan music yang menemaninya. Sehingga ketika seseorang melihatnya maka akan tumbuh rasa kagum dan memberikan apresiasi baik pada si seniman.
Mempelajari seni audio visual sangat menguntungkan dan menjamin. Jadi tidak ada salahnya menekuni dunia seni audio visual lebih dalam. Dan menciptakan seni yang dapat menggantikan suatu hal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker